
RENSTRA STAI AL-MUNTAHY
2026-2030
Rencana Strategis Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Muntahy
Menuju Perguruan Tinggi Islam Unggul Berdaya Saing Global
Renstra STAI Al-Muntahy 2026–2030 merupakan dokumen perencanaan strategis yang menjadi arah pengembangan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Muntahy dalam mewujudkan perguruan tinggi Islam yang unggul, kompetitif secara global, dan berbasis nilai-nilai pesantren.
Visi dan Tujuan Strategis

VISI INSTITUSI
Menjadi perguruan tinggi Islam unggul dan berdaya saing global berbasis nilai-nilai pesantren pada tahun 2030.

TUJUAN STRATEGIS 2026-2030
Untuk mencapai visi tersebut, STAI Al-Muntahy menetapkan beberapa target strategis:
- Meningkatkan akreditasi institusi dan program studi menjadi “Unggul”
- Mencapai 70% dosen bergelar doktor (S3)
- Mewujudkan 90% lulusan terserap kerja dalam 3 bulan setelah lulus
- Menghasilkan minimal 20 publikasi jurnal internasional per tahun
- Mengembangkan 5 pusat studi unggulan di bidang pendidikan Islam
Target Renstra per Program Studi
Program Strategis Utama

Penguatan Tridharma Perguruan Tinggi
- Pendidikan: Implementasi Kurikulum Merdeka dan KKNI Level 6
- Penelitian: Pengembangan minimal 3 jurnal terakreditasi SINTA per program studi
- Pengabdian: Program tahfidz gratis ke 20 madrasah

Pengembangan Infrastruktur dan SDM
- Pembangunan gedung 5 lantai dengan laboratorium syariah digital
- Penambahan 20 dosen bergelar doktor dalam 3 tahun
- Penerapan standar mutu internasional ISO 21001:2018

Kemitraan Strategis Nasional dan Internasional
- Kerjasama internasional dengan University of Notre Dame (AS)
- Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Jawa Timur dan Kementerian Agama
- Penguatan jaringan 100 pesantren di Madura untuk program PKL mahasiswa pesantren Madura untuk PKL
Mengapa Renstra STAI Al-Muntahy Penting?
Renstra ini menjadi landasan utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Islam, memperkuat daya saing lulusan, serta memperluas kontribusi STAI Al-Muntahy dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di tingkat nasional maupun global.
